Translate

Sabtu, 25 Oktober 2014

Good Bye Amagi-kun

Surya mulai menyongsong tinggi di angkasa, cahayanya mulai turun menembus awan, bahkan juga menembus ruang kamarku yang gelap melalui celah- celah jendela yang tidak tertutup rapi oleh tirai bergambar bunga-bunga kesayanganku. Cahayanya yang hangat dengan lembut membelai pipiku. Saat sadar akupun mulai membuka mataku. Bangun dari mimpi indah yang menipu hati.
Ibu      : Eri-Chan !! bangunlah ! hari sudah semakin siang ! kau benar – benar terlambat   untu ke sekolah sekarang  !! *terdengar suara ibu yang sedang berteriak di bawah tangga*
Eri      : iya ibu aku sudah bangun ! * dengan sigap bangun dan berbenah diri untuk  berangkat ke sekolah*

Begitulah hari – haiku dimulai. Kegiatan normal bagi kebanyakan gadis lainnya. Bangun di pagi hari. Sekolah. Teman. Rumah. Pekerjaan rumah. Dan pacar. Yah kecuali yang satu itu. Hal yang tidak kumiliki.

Eri      : *langkah kaki yang tergesa- gesa menuruni anak tangga menuju pintu * Ibu aku  tidak
perlu sarapan ! aku pergi !
Ibu      : Eri ! tidak sarapan !? ahh kalau begitu hati – hati ! *teriak ibu yang kebingungan melihat
Eri yang pergi begitu tergesa gesa*

Sekolahku jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahku. Cukup berlari selama 10 menit melewati beberapa blok perumahan saja aku sudah sampai di depan gerbang sekolah dengan nafas tertahan dan denyut jantung yang berdetak kencang karena panik aku terkejut melihat ada begitu banyak anak yang terlambat, yah setidaknya bukan aku sendiri yang terlambat.

Pak Guru        : Eri !!!!! kau lagiiii ! kemari kau biar ku ceramahi kau agar otakkmu normal !
*teriak Pak Guru dari tengah lapangan yang sedang memarahi barisan anak – anak yang
terlambat*
Eri                   : maaf !! * berlari ke lapangan menghampiri barisan anak – anak yang terlambat*
Pak Guru        : Baiklah ! kalian semua harusnya mengerti !! bla blabla... *terdengar suara ocehan
dari sang Guru*

Dengan patuh kami semua yang ada di lapangan ini mendengarkan ocehan dari beliau. Ia sudah lama sekali menjadi guru bagian olahraga di SMU ini. Bapak ini juga sering di panggi dengan sebutan “ Bapak Toa” karena suaranya yang sedang berbicara baik sedang memarahi murid yang melanggar peraturan maupun di saat dia berbicara santai suaranya sangat nyaring dan keras.


☻☻

Dengan lelah selama 2 jam lamanya kami semua di hukum hingga akhirnya sekarang kami diizinkan masuk dan mengikuti mata pelajaran selanjutnya. Kami semua sangat bersyukur akan hal itu karena akhirnya kaki kami semua terselamatkan. *grakkk
Suara pintu yang tergeser kakiku melangkah berat memasuki ruang kelas dan menghampiri salah satu sahabatku di sekolah ini.

Rika                : wah wahh kali ini lama juga ya ! *dengan wajah yang cengingisan*
Eri                   : kau meledek ya ! * wajah cemberut*
Rika                : hahaa.. sudahlah oh ya untung setelah ini kita memiliki jam bebas yang
cukup panjang para guru sedang rapat sekarang mengurus acara libur tahun baru *wajah girang*
Eri                   : sungguh  !? asik ! * melompat kegirangan*
Rika                : ahh sudah kau duduk saja dulu ! kau kelelahan bukan ? emm dan dan selama 2 jam duduk sendirian kasihan dia sana sana huss ! *melirik ke arah seorang anak laki –laki dan mengayunkan tangan seolah –olah mengusir *
Eri                   : Rika... jangan.. *berpaling dan meninggalkan Rika*

Dia Amagi.. anak paling aneh di kelas karena dia pendiam makanya dia sedikit bergaul di kelas dan sering di bully tapi entah kenapa dia tetap saja mengacuhkan mereka yang sering membully dirinya. Jujur saja sudah 2 tahun ini aku mulai mengaguminya dia anak yang pintar dan sopan.. sepertinya.
Eri                   : *duduk dan membuka buku catatan hendak membaca untuk belajar sendiri*
Amagi             : *melirik ke arah Eri*
Eri                   : * sadar ada yang memperhatikan memalingkan wajah dan melihat  Amagi* ada apa ? apa ada sesuatu ?
Amagi             : *membuang muka*
Eri                   : huh apasih ? *bergumam dalam hati*
Amagi             : *menyodorkan sebuah buku* jika kau mau belajar pelajaran itu sudah lewat tadi ini ku pinjamkan catatanku yang sudah ku perbarui tadi, semoga membantu.
Eri                   : *mengulurkan tangan dengan gugup* te.. terimakasih
Amagi             :*tersenyum*

Asik !!! teriakku dalam hati. Dia berbicara denganku ! selama dua tahun dia sebelumnya tidak pernah berbicara denganku, bahkan selama aku duduk satu bangku dengannya. Ini sangat mengejutkanku.
☻☻
         Percaya atau tidak setelah hari dimana dia meminjamkan catatannya padaku sejak saat itulah perlahan – lahan kami semakin akrab. Bahkan aku berfikir apa mungkin sekarang dia mulai tertarik padaku. Bahkan bukunya yang dia pinjamkan padaku masih kusimpan di atas meja belajar kamarku. Aku masih belum mau mengembalikannya karena buku itulah aku jadi memiliki alasan berbicara padanya.3 minggu berlalu sejak kami mulai akrab. Tiba-tiba saja suatu hari dia tidak masuk sekolah. Aku sedikit khawatir tanpa kabar dia begitu saja tidak masuk ke sekolah.

Rika                : Eri ? kau tak apa – apa ? kenapa Amagi tidak menghadiri kelas ? tidak biasanya.
Eri                   : kau benar. *termenung dan terdiam.*

          1 hari.. 2 hari.. tiga hari.. dia tidak juga kunjung masuk kelas. Hingga akhirnya waktu bergulir 1 bulan lamanya dia menghilang dari kami semua, para Guru juga bungkam so’al ini. Setiap kali aku bertanya kepada guru, di ruang guru mereka hanya berkata “dia baik-baik saja tidak lama lagi pasti kembali masuk kelas.”
           Aku ingin menjenguknya namun sayang aku tak tau dia tinggal di mana telefonnya pun tidak perna aktif sejak 1 bulan yang lalu. Aku terus menunggu wajahnya kembali hadir dalam lingkunga kelas. Hingga suatu hari kami semua mendengar kabar menyedihkan dari Pak Onoki wali kelas kami, beliau mengatakan bahwa sebenarnya Amagi pernah mengalami sebuah kecelakaan besar yang nyaris merenggut nyawanya saat itu waktu dia baru pindah ke kota ini kira-kira kelas 1 SMP dulu. Dia menjalani berbagai rehabilitasi yang berat. Pada awalnya semua berjalan lancar namun siapa sangka ternyata ada komplikasi pada jaringan organ tubuhnya yang terluka parah sewaktu dia kecelakaan dulu. Dan juga sayangnya semua itu baru di diketahui adanya komplikasi tersebut  1setengah tahun yang lalu. Dokter juga mengatakan bahwa hidupnya mungkin tidak lama lagi. Kini ia di rawat di rumah sakit kota sebelah, air mataku jatuh membasahi pipiku begitu tahu keadaanya. Dia berjuang sendirian melawat sakitnya selama ini. Di depakan sahabatku Rika-chan aku menangis sejadi jadinya. Aku juga tersadar saat itu bahwa aku bukan hanya mengaguminya, atau menganggumi kepintaran dan kesopanannya. Tapi aku benar –benar menyukainya. Entah sejak kapan.

Rika                : Eri.. aku turut sedih sudah ku katakan kau menyukainnya. Temui dia jangan biarkan dia berjuang sendirian aku juga akan menemanimu jika kau mau. *memeluk Eri dan menangis bersama Eri*
Eri                   : ya.. ya.. *mencoba berhenti menangis mengenggam kedua tangan Rika gemetar.*

Semua yang ada di kelas saat itu juga menundukan kepala dengan raut muka tak percaya bahwa Amagi yang terlihat sehat didepan mata mereka ternyata saat itu juga sedang menahan sakit yang dia rasakan di tubuhnya. Kami semua larut dalam duka dan ketidak percayaan.
              

                                                                    ☻☻☻

Teman – teman sekelas berniat mengunjungi kuil dan berdoa bersama demi kesembuhan Amagi lalu baru kemudian menjenguk Amagi bersama-sama. Tapi tidak denganku aku tak bisa lagi menahan persaanku untuk bertemu dengan Amagi, dia orang baik kenapa nasibnya harus seperti ini. Siang itu juga begitu bel berbunyi aku segera berlari meninggalkan kelas dan meninggalkan sekolah tanpa membawa tasku.

Rika                : Eri !! kau mau ke mana ? tidakkah kau mau ikut bersama kami dulu ?!!

Aku meninggalkan Rika jauh di belakang mengabaikannya. Dari sekolahke rumah sakitnya butuh waktu 2 jam jika naik bus namun butuh waktu 1 jam jika naik kereta. Aku mengayuh kakiku melangkah lebih cepat untuh sampai di stasiun aku melihat ada satu kereta yang menuju kota sebelah, aku berlari menerobos gerombolan yang penuh sesak entah siapa yang ku dorong pikiranku hanya tertuju satu Amagi.
Aku sempat bingung karna lupa membawa tas namun aku ingat untungnya dompetku ada di saku blezerku dengan cepat aku mengambil kartuku dan masuk. Terdengar bunyi pintu kreta yang tertutup. Dalam hati terus kudo’akan amagi dan berharap semoga aku belum terlambat.
                                                                     
                                                                       ☻☻☻


                Tak butuh waktu lama sampai aku tiba di stasiun berikutnya untungnya rumah sakitnya tepat berada di depan stasiun kereta. Ku pacu lagi kakiku menuju rumah sakit saat tanganku membuka pintunya aku melihat ada beberapa suster dan petugas reseptionist. Langsung saja suster itu membimbingku ke ruang dimana Amagi sedang berjuang dia mengatakan kondisinya bertambah parah dan mungkin takkan bertahan lama lagi.
Sesampainya di ruang Amagi. Aku melihat keluarganya di sana ada ayah dan ibunya. Begitupula kakak perempuannya Amagi. Kakap perempuan Amagi berdiri pertama kali dan menghampiriku memelukku, dengan tangannya yang kurus putih dan terlihat lemah itu bergetar. Aku juga ikut menangis karnanya.

Kakak Perempuan Amagi : Eri-chan terimakasih, Amagi banyak bercerita tentangmu. Masuklah dia menunggumu. * suara bergetar dan menahan tangis*
Eri                               : *mengangguk dan masuk ke ruang Amagi dirawat*
Eri                               : *melihat ke arah dokter yang berusaha menolong Amagi.*
                                     *tak kuasa menahan air mata* A..ma.. gi..kun..


Kakikku melangkah lemas mendekati ranjangnya di sini dingin ruangan yang steril. Aku mengerti akan hal itu sang dokter juga marah sekali melihatku masuk begitu saja tanpa memakai pakaian steril rumah sakit. Aku mengabaikannya dan berkata

Eri                               : dia takkan bertahankan ? izinkan aku berada di sampingnya untuk kali ini saja. *mendekati Amagi*

Dokterpun meninggalkan ruangan. Dia terlihat begitu sakit Amagi melihatku dan ku lihat ekspresinya yang sedih karna aku melihatnya dalam konisi seperti ini aku tak peduli.

Amagi                        : lama.. tidak bertemu Eri...* bersuara getir*
Eri                              :*terdiam sambil mengusap air mata yang jatuh di pipi*
Amagi                  : maaf.. aku tak menatakannya aku tidak ingin membuatmu khawatir  tapi kurasa semua percuma, maaf sebelumnya Eri.. selama ini aku memperhatikanmu. Kau yang pertama kali menyapaku saat itu kita masih sebagai junior. Mereka semua mengataiku karna aku yang terlalu cuek dan pendiam tapi orang pertama yang membentak mereka dan membelaku adalah kau yang saat itu duduk disampingku. Sejak saat itu aku memperhatikanmu.
Eri                          : *jatuh berlutut di samping ranjang Amagi dan menangis tak bersuara*
Amagi                    : mereka terus saja mengatakan hidupku tidak lama lagi itu menyebalkan. Saat aku meminjamkan buku catatanku padamu itu sebenarnya hanya sebuah alasan agar.. aku bisa berbicara..dengan..mu..

Suaranya mulai terbata bata saat ini aku sadar dia mungkin benar- benar akan pergi jauh dari kami semua. Aku memberanikan diri dan berdiri mengenggam tangannya. Selagi berusaha menahan air mataku.

Amagi                    : ada satu.. hal.. yang ingin ku.. katakan padamu..
Eri                          : ka..kata..kan Amagi !
Amagi                  : kau harus selalu sehat ya, berhati –hatilah jangan sampai kau melukai dirimu, dan kau harus selalu tersenyum karna aku menyukai senyumanmu, itu membuatku merasa lebih hidup. Aku menyukaimu.. *nafas yang tersenggal dan mata yang mulai sayu menatap Eri*
Eri                       : yaa.. aku juga menyukaimu.. Amagi *mengucapkanya sambil tersenyum tulus bersama dengan air mata.* *mengenggam erat tangan Amagi*

Bbbiiibbbbbbbbb......... suara dari alat pendeteksi detak jantung berbunyi dengan nyaring bergema di seluruh ruangan aku melihatnya Amagi seperti tertidur, tidur untuk selamanya di dahinya ada peluh yang membasahinya aku tau dia kesakitan saat itu bahkan aku juga sesak.. semua terasa sesak.. waktuku seakan berhenti.


                                                            ☻☻☻



                 Blamm. Aku menutup pintu ruangan Amagi, saat aku mengangkat kepalaku di depanku ada keluarganya Amagi di sana juga ada teman teman dan Pak Guru juga Rika yang memegang tasku. Aku berlari menabrak Rika-chan dan memeluknya kuarasa aku bisa saja mematahkan tulangnya karena terlalu erat memeluknya. Aku menangis sekencang mungkin di dalam dekapan Rika dan Rika juga menangis bersamaku tidak kami semua yang ada di sini menangis.

Saat ini hanya ada satu hal yang ada di benakku. Aku akan hidup dengan baik makan makanan yang sehat dan akan selalu tersenyum. Meskipun di saat aku menangis, jiwaku akan berdiam di sini Amagi.  Waktuku akan berhenti saat ini juga dan entah kapan akan bergulir kembali. Bersamamu di masa lalu. Selamat jalan Amagi. Kau orang yang mengajariku arti dari perasaan yang tulus. Selamat jalan cinta pertamaku.

hallo semua ! apa kabar kalian ? sudah lama aku tidak mengurus bloggku yahh karna banyak pr yang menumpuk dan juga sedang malas untuk menulis sesuatu, hehe kali ini aku memposting sebuah cerpen yang sudah di konversikan menjadi sebuah naskah drama. Sebenarnya ini salah satu tugas sekolah. Tapi sayang sekali kan kalau cerpen yang sudah di konversikan ini di biarkan begitu saja tanpa di bagikan. semoga kalian suka dan maaf jika dalam penyusunan katanya masih kurang aku masih amatir sih so'alnya. baiklah terima kasih sudah mau berkunjung ke bloggku. Selamat membaca ! ^^

Senin, 14 Juli 2014

Kelas Baru, Hari Baru, Temen Lama !!???

halooo blogku !! ada begitu banyak hal untuk ditulis dan ada begitu banyak hal untuk diceritakan, tahun ajaran baru itu kesannya sangat sangat sangat.... mendebarkan bagi sekian pelajar. Termasuk saya sendiri yang juga masih seorang pelajar *huhuhuuu...*

hal yang mendebarkan bagi sebagian pelajar mungkin tentang kelas mana yang akan mereka huni, siapa yang ingin duduk sebangku bersamanya atau bagaimana wajah orang - orang yang menghuni kelas tersebut. Secara.... gitu.. mereka bakal bersama setidaknya setaun atau tiga tahun selama duduk di bangku pelajar SMA dan SMP begitupula lah mungkin juga bakal dirasakan sebagian besar anak SD dan TK !! *ohohoh

nah nah kali ini yang ingin saya ceritakan bukan tentang bagaimana tahun ajaran bagi seluruh pelajar di Indonesia, tidak, saya hanya ingin menceritakan tentang tahun ajaran baru di SMA ku yang tercinta *muahhh(?)
pagi hari yang cerah hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang dan membosankan berakhir di hari minggu tepatnya di hari kemarin perasaan ku malah campur aduk antara senang dan sedikit menderita (?) takut akan serangan mata dari para anak - anak baru atau biasa disebut adik kelas. Maklum gitu ya secara diriku ini *elahhh* sedikit tidak suka dengan keramaian atau sedikit sekali bersosialisasi di dunia nyata! gimana enggak tiap hari hanya tiduran aja di kamar hahahaaaaa *bangga gak karuan
oke balik lagi ke cerita tahun ajaran baru.

sebagian dari kalian pasti menggambarkan kalo setiap tahun ajaran baru itu identik dengan tas baru, sepatu baru, baju baru, temen baru, isi dompet baru *maksudnya uangnya yang baru, pasti ! hhaaa*
tapi lahh muka masih yang lama ! ganti dong tuh topeng masak iya muka masih makek topeng yang lama! huwaksss gak buat saya  tuhh, saya maih seperti inilah.. gak tertarik beli beli barang baru secara barang lama masih wokehh lumayan duit buat beli barang baru bisa di simpen buat tambahan di dompet kwkwkw :3

 itu mungkin sebagian besar yang kalian pikirkan. Tapi tidak buatku yang memang udah berantakan kepribadiannya, kamar aja tiap hari ditolongin ortu mulu buat ngebersihinya maklum anak di manja (jangan dtiru !) begitu bangun sudah pasti di bulan puasa kita sahur dong kan anak shaleh taat agama *plakk* habis sahur nunggui subuh buat mandi sekalian sholat subuh, bayangin di pagi hari di suruh mandi tanpa di beri air hangat ! bekulah ! tapi gak masalah buat ku yang kulitnya udah kebel hawa dingin.

mata yang ngantuk badan yang terasa masih kepingin meluk kasur sama guling seketika hilang ! yang ada cuman deg degan di jantung yang kerasaaa ngeudd itu ketika sampai di depan gerbang sekolah. Gila busettt nih adik kelas apa orang yang mau ngelamar di kantor guru buat jadi OB/OG kantor gurukah ? *engaakkk* adik kelas pada ngeliatin dengan mata mereka yang mengeluarkan laser ! ehh nbercanda ding, daku yang paling gak suka hal begituan yang udah ngibrit aja masuk ke dalam menuju para makhluk menunggu di dalam *AAPEROS sobat sejatiii*

singkat cerita, setelah skian lama berkarat mengunggu pengumuman kelas, ehh langsung disiruh serbu aja gedung belakang disuruh cari sendiri kelasnya liat kertas di jendela kelas masing - masing ,kami yang dulunya masuk kelas X.ips2 ehh di oper ke kelas XI. ips3. Orang kelas ? teutep para makhluk X.ips2 gak berubah dalam hati sempat teriak *hurayyy sekelas 3 tahun ! gak perlu repot -repot cari temen baru* hahaa emang ya otak ini terkadang sedikit eror (?) miring sedikit bisa jadi orang anti sosial juga nih diri HAHAA *tawagila
besyukur karna gak perlu repot - repot melotot ke orang baru disaat mereka ngotot ngerebut bangku kita dan bersyukur gak perlu pisah dari mereka semua meski terkadang mereka semua bikin diri ini sanggup buat membenci mereka tapi teutep aja dongg diriku ini sayang sama mereka huohuohoo

yah daku beruntung karna dapet bangku yang strategis, namun kelas yang lumayan gak startegis. Lantai dua coy ! mana gedung di belakang sekali.. gempor dah tiap hari naik turun tangga. Yah besyukur jg sih gak dapet di lantai tiga, metong dahhh kalo dapet di lantai tiga, hari yang lumayann lucky ! buat diri ini hehee. Thanks to allah, masih diberi kesempatan buat bersama sobat - sobat gilaku hohooo. ^.^

Selasa, 08 Juli 2014

Fly, My Heart !

selayaknya burung kecil yang terbang di angkasa dengan kedua sayapnya yang mengepak ngepak bersyukur akan sebuah kebebasan.
sesuatu yang membuat seluruh tubuhmu merasakan sebuah kebahagiaan.
dalam alunan lagu..
terhanyut akan keindahan..
disaat dirimu hancur.. disaat dirimu tenggelam dalam kegelapan..
cobalah bebaskan dirimu dengan sesuatu yang kau anggap itu adalah dirimu..
cobalah untuk keluar melihat angkasa..
cobalah untuk merasakan udaranya..
cobalah untuk melangkah dari kegelapan itu
dan rasakan kebebasan, rentangkan tanganmu
pejamkan matamu, hanyutlah dalam kesedihan dan kebahagiaan.
terbanglah setinggi laingit di anggkasa.
sentuhlah awan di sana dengan jemarimu.. tak perduli kau besar atau kecil.. tak perduli kau apa..
berjuanglah.. teruslah melangkah nikmatilah dunia meski kau merasa seakan duniamu telah hancur.
pejamkanlah matamu dan dengarkanlah alunan lagu itu yang mencoba menyembuhkan hatimu
terbanglah melesat menembus awan di ngkasa dengan alunan lagu dalam hatimu.

Sabtu, 26 April 2014

Fake Smile

hanya perasaan ku saja atau memang kalian semua pergi meninggalkanku dan mulai menjauhiku ??
hanya perasaanku saja kah yang tidak berarti ?
hanya keegoisanku kah yang mengganggu kalian?
teman ? sahabat ? mengerti ? paham ? menyayangi ?
kalian hanya bisa melihat hati kalian saja !
terlalu egois ? terlalu kekanakan ?
apa kalian sendiri tidak berfikir bahwa kalian sendirinya juga bersikap sedikit munaf dan egois ?
terkadang aku ingin menghancurkan diriku sendiri atau meledakan kepala ku sendiri.
terkadang aku ingin menangis dan terkadang aku ingin menjerit apa kalian tau tentang perasaanku itu ?
tidak.. kupikir kita semua saling membangun tembok di hati masing--masing,
kurasa kita selalu menutup diri sendiri,
kupikir kita semua memang saling mengacuhkan satu sama lain,
satu sisi aku menyerah namun keadaan terus memaksaku untuk tersenyum meski sejujurnya aku tak bisa.

Kamis, 06 Maret 2014

Broken Heart

6 maret 2014 hari yang bener bener apes buat gue. Pertama kalinya ngerasain yang namanya patah hati. yahh namanya juga manusia sekali dua kali pasti pernah ngalamin yang namanya patah hati, kebetulan gini -gini gue juga manusia biasa. Begitulahh hari ini hari yang bener-bener kayak udah jatuh ketimpa tangga ketimpa mangga ditambah durian plus ketimpa pohon. (?)

buat postingan kali ini maap deh agak curhat dikit kalo kaliannya lagi bengong atau lagi gak ada kerjaan boleh dong nuangin waktunya barang kali beberapa menit buat baca nih curhatan gue, saat ini nihh gue lagi bener bener pengen bangen rasanya menyendiri, lg butuh orang buat diajak ngomong. :'v

oke balik lagi ke cerita awal, cerita di mulai dari awal tahun ajaran baru setelah gue masuk SMA dan duduk di bangku kelas 1 SMA. Gue tuh dikenal sebagai orang terjutek dan cuek di kelas. Yahh gue juga bukan orang yang tertarik atau perduli sama lingkungan sekitar gue, pertama kali kenal si dia itutuhh yahh orangnya biasa biasa bingittzz dan guenya juga gak terlalu perduli.. hal pertama yang buat gue tertarik sama dia adalah namanya !!! ya namanyaa sama dengan orang pertama yang gue suka sewaktu masih kelas 1 SMP, kayaknya takdir banget ya dulu smp pernah suka sm seseorang yg namanya *sensoorr* ehh skrng jg awal masuk kelas 1 SMA suka sama dia namanya juga *sensoorr* huahaaa. -_-
#namamerekaberduasama
#tapiduaorangyangberbeda

dulu gue hanya tau kalau orang yang punya tuh nama ada di kelas gue, dan sebenernya gue gak pernah tau tuh wajahnya kayak apa. :v Hari hari tentu gua lewatin sama 6 sahabat gue yang otaknya kadang pada mencong sana mencong sini termasuk gue, *muehehehe.*

hal pertama yang gue ketahui tentang dia adalah di juga otaku dan suka komik kayak gue !! sebenernya gak nyangka aja udah kelas 1 SMA gue masih bisa nemuin anak cowok masih suka anime -_- selama gue SMP dulu temen cowok yang suka anime cuman beberapa orang terbatas banget.!! *ehhlaahhhh(?)

dan setelah tau hal itupun gue mulai sedikit-sedikit pengen tau tentang dia *tentang anime apa aja yang dia tau maksudnya* tapi gak berani nannya jadinya gue diem aja gitu kayak hantu. :v Pada saat itu mungkin sebenernya gue udh mulai suka kali ya ? tau ah gelap. Dan hal kedua yang bikin gue mulai semakin tertarik sama dia adalah waktu dia gambar - gambar anime di buku notes coretan gue setelah sekian makhluk gaib *anak anak cowok* di kelas kepo soal buku notes itu. Mungkin saat itu gua udah ngarep aneh - aneh.*Lupakan*

beberapa lembar di buku notes gue isinya gambar semua -_- uhh yeaaahh entah kenapa mulai saat itu di dalem hati gue ada sesuatu perasaan aneh, yang juga awalnya gue abaikan perasaan aneh gue itu.. tapi semakin diabaikan semakin merasa tertarik dan semakin ingin tau.. hal itu memang aneh bagi gue tapi hal itu juga menyesakkan di hati gue. Semakin dipendem nih perasaan semakin mau meledak. *Dhuaaaarrrr(?)*

gue sering curhat sama dua temen karib gue yang semakan seongkos senyawa (?)
tapi hal itu gak terlalu membantu.. temen gue pertama yang gue ceritain tentang si dia, gue sama temen gue itu malah jadinya debat ala capres cawapres -_- temen kedua yang gue ceritain tentang dia juga gak terlalu membantu sampe pada akhirnya gue udah yakin sama persaan gue, dan gue beranikan diri nih buat cerita sama ke 6 temen/sobat plusplus gue *elahh* dan yang terjadi otak mereka malah langsung gerak buat rencana biar gue bisa jadian sama si doi :v mereka memang paling toppp. Hampir beberapa akhir ini mereka giat tempur ngepoin ini itu sama si doi hasilnya kita dapet banyak informasi ini itu, awalnya ada informasi yang bikin gua udah jadi ngefly ngarep andai - andai. Tapi ternyata gue salah, 6 maret.. ternyata hari paling krenyessss buat gue, jelas aja saat pagi hari hati gue udah cerah berbinar dan gue udah girang - girang berangkat ke sekelah meski nih badan lagi kagak akor kesehatannya dan maksain mata yang tadinya meremm buat terbuka tiba - tiba semua itu *krakk* saat salah satu temen akrab gue bilang si dia belum bisa nerima gue karna si dia lagi gak mau pacaran, Hatinya belum siap buat pacaran lagi,dan katanya si dia juga sudah tau perasaan gue sejak lama.Saat itu juga gue sadar bahwa gue di tolak sebelum perasaan gue terang -terangan gue perlihatkan. Saat itu juga senyum yang ada di wajah ini rasanya uhhh,, tapi gue tetep maksain buat senyum di depan temen temen. Gue juga tau dia pernanh pacaran satu kali selama di hidup :v gue sempet berfikir, beruntung bangeuddd ntuh cewek bisa sempet jadi pacarnya dia. T^T

yah kecewa memang kecewa sedih memang sedih tapi mau gimana lagi hati kan gak bisa kita paksain yang bisa gue lakukan cuman terima keputusan si dia :')) gue cuman bisa percaya dan yakin tuhan pasti bakal kasiih seseorang yang baik buat gue dan dia lagi pula masa muda masih panjang :'D mungkin untuk saat ini gue bakal balik lagi kayak dulu cuek dengan sekeliling dan hati gua yang tadinya cair gue rasa bakal gue bekuin lagi untuk waktu yang lama *nah lo musim dingin di dalam hati udah tiba.*

buat temen AAPEROS makasih banget ya udah bantuin selama ini maaf kalian semua jadi pada buang buang waktu buat perasaan gue ini sepenuhnya gue masih bisa terima kenyataan ini karna ada kalian semua Acha, Ayu, Eva, Okta, Ratih, Siska, dan gak lupa buat A'aknya kaka Acha,, kaka Nupal alias Naufal anaknya om Dadang *ampun ommm* :') meski begitu gue bersyukur udah pernah suka ama dia, aaaaaaaahhhhhh. :'''' *abaikanabaikan*

yahhh sekian postingan kali ini, gue cuman mau ngucapin banyak-banyak terimakasih sama kalian yang udah mau nuangin waktu kalian buat baca nih curhatan guee,, dan gue berharap semoga hari kalian semua besok lebih baik dari hari ini ! :'*** :'v :'D :')

Rabu, 08 Januari 2014

Persembahan hati untuk PAPA...

      haihaiiii gua nongol lagi nehhh postingan pertama di tahun baru !!!!!!  \(!!˚☐˚)/ 

oke kali ini bahas tentang isi dari postingan ini, kali ini bukan hasil karya dari otak gua yang cerdas(?) loh !
gua ambil ini dari catatan akun sosialnya kakak sepupu perempuan gua, mengenang tentang ayahnya yang juga sebenarnya kakak dari ayah gua. gua baca ini bener-bener bikin air mata keluar (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (maaf yuk,*sebutanbuatkakaperempuan* catatannya ku copas tanpa izin huehehehee) selamat menikmati. 
           *saran lebih baik membacanya pakai hati ! dijamin nusuk banget ke hati ! sekali lagi selamat membaca ! ^^
 

Jika saja aku punya waktu 5 menit sebelum kau meninggal, Aku akan punya waktu untuk memberitahumu semua hal yang ingin aku sampaikan.


Aku tak pernah memberitahumu betapa berartinya kau bagiku, Kau adalah Papa terbaik, lebih dari siapapun.

Saat terakhir bicara denganmu, aku berharap aku akan tau. Aku akan katakan aku mencintaimu. Kemudian kau dijemput ajal.

Jika ada 5 menit saja sebelum kau meninggal,aku akan berimu satu pelukan terakhir. Pelukan erat di tubuh lemahmu. Aku akan bilang padamu bahwa aku tidak bisa hidup tanpamu. Bahkan walau hanya untuk sesaat. Aku akan mencium pipimu, mengambil tanganmu, dan berkata, jangan pergi...

Tapi kau pergi lebih cepat, saat terakhir kau terbaring di rumah sakit, kau berpamitan ingin pergi jauh. Seperti kau sadar akan di panggil Tuhan. Sekarang Tuhan telah memanggilmu. Untuk meninggalkan kehidupan ini.

Tunggulah aku di sana. Jagan biarkan aku sendiri. Aku ingin bersamamu pa...
Disaat Malaikat menjemputku.aku berharap aku akan segera menyusul...