Translate

Senin, 28 Desember 2015

Catatan Kecil

           Ingin tahu sesauatu hal yang menarik ? sesuatu yang jika kau menatapnya kau takkan bisa menyangkal akan sebuah keindahan sejati dan sebuah rezeki dari nya yang menciptakan dunia ini ? hal itu adalah Hujan. Benar. Hujan.

           Sebuah keajaiban dan sebuah hadiah terindah yang diberikan Sang Pencipta untuk kita, dimana segumpalan awan hitam yang terdiri dari gumbalan uap atau gas juga bintik - bintik air, dan bintik - bintik air itu turun satu per satu membasahi bumi. Hanya pada saat itu lah aku akan otomatis jujur terhadap dunia, hanya pada saat itu lah sebuah topeng kaku yang membingkai di wajah ku lepaskan, tawa, tangis, senang, sedih, amarah, kecewa, dan bahagia. Semua itu akan nampak di wajahku dengan polosnya.

           Di depan teras aku termenung menatap gemericik air di sebuah kolam ikan, aku berdiri dan melangkahkan kaki menuju taman, terguyur oleh derasnya hujan air, mendongakan wajah menatap langit yang gelap, dan melihat langsung tetesan air hujan yang turun tanpa hambatan ke wajah dan juga rerumputan, mengenang semua masa indah yang pernah kulalui ketika hidup, mengingat semua masa kecil, masa kecil yang kurindukan dimana tiada duka dan luka, dimana tiada beban dan derita, karena saat itu aku hanyalah seorang anak kecil. Dan hanya pada saat hujna turunlah perasaan hangat itu kembali menghampiri.

Hanya pada saat hujan turun
hanya pada saat itu lepaskanlah semua beban dan deritamu
lepaskan sejenak semua kejenuhan dan lelahmu
dengarkan suara hujan yang turun dan lepaskan topengmu, sama seperti yang ku lakukan
maka rasakanlah sebuah kebahagiaan kecil tak ternilai dari Sang Pencipta untukmu J

Selasa, 09 Juni 2015

Hanya.. Seruan Hati yang Memberontak.

Ada masa dimana aku merasa cukup iri terhadap mereka yang memiliki keberanian untuk melangkah lebih jauh.
Memiliki nyali yang cukup besar untuk merentangkan tangan mereka dan berlari encang mengahadapi dunia.
Ada masa di mana aku juga ingin melangkah maju, namun terbelenggu oleh keraguan.
Terbelenggu oleh ketakutan.
Ada masa di mana aku membenci diri sendiri, disaat mereka semua telah berlari jauh di depan mataku, sedangkan aku yang begitu takut untuk melangkah.
Aku yang begitu bodoh dan bersembunyi dari dunia.

Ada masa di mana aku ingin berteriak dan mengeluarkan semua yang ada dalam hati. Memaki dan bernyanyi untuk jiwaku.
Ada masa dimana aku merasa ingin sekali melangkah mengejar mereka.
Ingin sekali mencoba merentangkan sayap dan mencoba menggapai kebebasan.

Dibawah sinar lampu diatas sebuah panggung kehidupan
dan bernyanyi melantunkan alunan indah puisi tentang dunia.